Pelaksanaan Audiensi dengan Walikota Tasikmalaya, “Seperti Gayung Bersambut”

23-02-2017 Bandung Dilihat 2500 kali

Kota Tasikmalaya merupakan salah satu dari 27 Kabupaten/Kota di Jawa Barat yang sedang melakukan percepatan pembangunan sumber daya manusia melalui perubahan prilaku gaya hidup sehat dalam mengkonsumsi makanan yang dimulai dari anak-anak.

 

Pada tanggal 22 Februari 2017 Kepala Besar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandung, Abdul Rahim, didampingi Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen beserta staf melakukan Audiensi dengan Walikota Tasikmalaya, H. Budi Budiman yang di dampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Tasikmalaya H. Rahmat Mahmuda, Kepala Bappelitbangda, H. Tarlan, Kepala Dinas Kesehatan,  H. Cecep Zaenudin Kholis, Staf Ahli Walikota, H. Eddy Sumardi.  Abdul Rahim menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungannya, dan menyambut baik dengan adanya program-program Badan POM RI yang akan dilaksanakan di wilayah kota Tasikmalaya, ini seperti gayung bersambut karena kami baru membentuk SKPD yang baru, yaitu Dinas Ketahanan Pangan, dimana salah satu bidangnya menangani keamanan pangan.

 

Walikota sangat menyambut baik rencana BPOM yang akan membangun kantor perwakilan di Kota Tasikmalaya. ”Pemkot Tasik sangat mendukung jika BPOM akan membuka kantor perwakilan. Ini akan segera dibuatkan MoU, karena keberadaannya nanti akan menguntungkan, dari segi pengawasan berbagai produk obat dan makanan  yang akan dikonsumsi masyarakat,”

 

Abdul Rahim mengatakan bahwa optimalisasi pengawasan Obat dan makanan perlu ditingkatkan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat dengan harapan terjalinnya kerjasama untuk saling bersinergis dengan Pemkot Tasikmalaya. Terutama dengan adanya dinas baru di Kota Tasikmalaya, yakni Dinas Ketahanan Pangan, tentunya dapat bersinergi dalam melaksanakan program Badan POM yaitu Gerakan Keamanan Pangan Desa dan program pasar aman dari bahan berbahaya yang rencananya akan dilaksanakan di wilayah kota Tasikmalaya. 

 

Terkait rencana pendirian BPOM perwakilan di daerah, Ia mengatakan masih menunggu turun Inpres serta Perpresnya. ”Saya menilai Kota Tasikmalaya sudah layak dibentuk perwakilan BPOM, karena sudah menjadi ibu kota wilayah Priangan Timur. Ini sudah masuk kriteria dari jumlah penduduknya, banyaknya industri obat dan makanan, pelanggarannya, sehingga perlu penanganan yang cepat,” imbuhnya.

 

Kami sampaikan terima kasih kepada Walikota yang sangat menyambut baik dan mendukung penuh BPOM untuk dibentuk di Kota Tasikmalaya. Ini respon yang sangat baik dari Pemkot dan kita akan berusaha serta mengutamakan secepatnya ada MoU, agar perwakilan BPOM diprioritaskan di Kota Tasikmalaya.

 

Sarana